First, " Musik Grunge adalah " adalah sebuah sub genre dari rock alternatif yang muncul pada pertengahan 1980-an di negara Amerika Washington, khususnya di wilayah Seattle. Terinspirasi oleh punk rock, heavy metal dan indie rock, grunge umumnya dikenali melalui suara distorsi gitar yang berat dan lirik melankonis atau apatistik.
Gerakan awal grunge mulai terlihat pada akhir tahun 1980-an di sekitar Seattle melalui label independen Sub Pop. Grunge menjadi sukses secara komersial pada paruh pertama tahun 1990-an, terutama karena dirilisnya Nevermind oleh Nirvana dan Ten oleh Pearl Jam.
Keberhasilan band-band ini meningkatkan popularitas rock alternatif dan
membuat grunge menjadi bentuk musik yang paling populer pada waktu itu.
Namun, banyak band grunge tidak nyaman dengan popularitas. Meskipun
banyak band grunge yang bubar atau menghilang dari pada akhir 1990-an,
pengaruh mereka terus memiliki dampak bagi perkembangan musik rock
modern selanjutnya.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Grunge)
Dan, disini gw mau nyritain tentang sebuah band dimana gw nganggep "ini nih musik yang kayaknya cocok kayak kepribadian gw", karena bagi gw musik mencerminkan kepribadian dan selera seseorang, apalagi bagi kaum Adam, yah malah ngelantur. hehe.
Jadi, sejarah musik Grunge ( 1 version ) :
Musik Grunge diawali trend pemunculannya pada awal tahun '80an walau
telah ada sebuah band yang memainkan musik Grunge yang telah muncul pada
tahun '60an yaitu Crosby, Still, Nash dan Young (Literatur:sejarah
Musik Dunia, Gramedia). Bahkan group band ini sempat memeriahkan
WoodStock'69(bagi yang ingin dengerin penampilannya silahkan kirim kaset
kosongnya biar nanti aku copykan). Disini mereka menyumbangkan 3
tembang Grunge dalam versi unplugged. Kemudian grup musik ini bubar
karena kalah dengan trend Punk pada tahun '70an. Hanya tinggal Neil
Young yang tetap bisa beradaptasi dan bertahan sehingga membuatnya
dijuluki "The Goodfather Of Grunge". (sumber:Majalah Hai edisi
WoodStock).
Dan yang Ke- 2 :
Dalam salah satu konsernya Jimmy Hendrik beratraksi dengan gitarnya
menuangi cat dengan berteriak "Grunge!" maka jadilah sebuah aliran musik
yang bernama Grunge(ha..ha..haaa did you ever believe that bullshit!).
Okelah mungkin memang benar Jimmy Hendrik mengucapkan kata Grunge,
tetapi apa hanya karena itu sejarah musik Grunge tercipta dimuka bumi
ini ? Of Course Not!. Sejarah suatu aliran musik tentulah melewati suatu
fase-fase yang panjang, salah satunya adalah gaya hidup.
Suatu musik pastilah terpengaruh oleh gaya hidup yang dianut, contohnya
dalam kehidupan kita sehari-hari. Begitu pula Musik Grunge sangat
dipengaruhi oleh gaya hidup NgeGrunge. Dan gw juga akan nyritain tentang " Grunge Life Style " itu sendiri, so be prepare !
Gaya hidup Grunge yang sebenarnya adalah "Sampah!", no offence but it's true! kalau
gaya hidup Grunge yang asli dari sononya memang adalah gaya hidup yang
erat kaitannya dengan sampah. Mereka makan sehari-harinya dari sampah
yang dipungut dan dari koin recehan yang dilempar orang, hidup dari
tunjangan sosial pemerintah, tidur mabuk di trotoar atau di
bangku-bangku taman, sekali-kali ngompas dan melakukan tindak kriminal
dan banyak hal lain yang kurang pantas untuk kita terapkan dalam
kehidupan sehari-hari, dari sononya kali yaaa.
kehidupan sehari-hari, dari sononya kali yaaa.
Itulah mengapa para musisi pengusung musik Grunge menolak dengan tegas apabila mereka dijuluki musisi Grunge! Mereka antara lain :
Sound Garden dan Alice in Chains. Mereka lebih bangga disebut musisi Hard Rock (pernah lihat album mereka dalam HardRock Compilations#1).
SilverChair dan Pearl Jam lebih bangga jika disebut musisi Alternatif/modern Rock. Hal ini dibuktikan pendapat dari Daniel John(SilverChair) yang mengatakan dirinya sangat menyukai musik Grunge tetapi menolak dengan keras jika disebut musisi Grunge. Si Daniel John sendiri menolak karena mereka mempunyai fasilitas, mereka kuliah, hidup layak dan kemana-mana naik mobil, pokoknya mereka punya kehidupan yang cukup lah jauh dari kata " Sampah ".
Dan yang ini mungkin paling menyakitkan kalau Nirvana dan Kurt Cobain juga menolak disebut musisi Grunge. Cobain sendiri lebih senang disebut Punkers, karena mereka lebih bisa berfikir dan menyelami jiwa masihng-masing, bukan hanya karena lagunya enak lantas mereka menari dalam berbagai istilah (pogo,moshing,ect..) tetapi nggak tahu apa yang mereka inginkan disampaikan dari lagu tersebut. Cobain sangat membenci ulah anak-anak Grunge yang sedemikian apatis dan egois (ingat lyric In Bloom? Lets check the Lyric!). Kalian pernah melihat t-shirt "Grunge is Dead " ? kalo kepengen lihat bisa sekalian aku copykan. Cobain sendiri sebenarnya pingin membentuk Nirvana band Punk (do you remember ?). Ini dibuktikan bahwa dengan pendapat Christ Novoselic yang menjelaskan bahwa Cobain sebenarnya menginginkan Nirvana menjadi sebuah band Punk bernuansa seperti Sex Pistols tetapi karena ia kekurangan referensi maka jadilah Nirvana menjadi sebuah band Punk yang aneh.
Anyway band-band di atas tadi sependapat dalam satu hal bahwa Grunge bukanlah
gaya hidup yang mereka walaupun mereka memainkan musik Grunge,
tetapi lebih pada unsur bahwa Grunge is Soul yang mencerminkan tentang
kejiwaan yang redup, bercerita tentang sisi lain dari dunia yang orang
lain menganggapnya sinting dan lebih pada sifat koreksi pada diri
sendiri, mungkin ada benar nya juga buat statement yang satu ini, waduh jadi curcol nih, sory bro jadi kebawa suasana. hehe
Di Amerika
sendiri kaum Grunge berbaur dalam kehidupannya sehari-hari dengan kaum
Punk dan ketika ditanya kenapa nggak sekalian masuk ke musik Punk?
Mereka menjawab bahwa itu adalah masalah selera, tidak semua orang
menyukai hamburger, ada juga yang suka steak atau hot dog, okey make it sense juga.
No comments:
Post a Comment